Morfologi Batang Tanaman Kakao

Sesuai dengan posting saya sebelumnya, untuk membahas detail mengenai morfologi tanaman kakao yang terdiri dari batang, akar, daun, bunga, buah dan biji. Saya awali pembahasan tersebut dengan membahas mengenai batang tanaman kakao. Habitat asli tanaman kakao adalah hutan tropis dengan naungan pohon-pohon yang tinggi, curah hujan tinggi, suhu sepanjang tahun relatif sama, serta kelembapan tinggi dan relatif tetap. 
Berikut morfologi batang tanaman kakao.

  • Kakao merupakan tanaman dengan batang berkayu (Lignosus), yaitu batang yang biasanya keras dan kuat. Kakao tergolong tumbuhan yang tinggi besar, batang berkayu dan bercabang jauh dari permukaan tanah. 
  • Bentuk batangnya adalah bulat (Teres) dengan batang bagian bawahnya lebih besar dan ke ujung semakin mengecil. Cara percabangannya adalah Monopodial, yaitu batang pokok selalu tampak jelas karena lebih besar dan lebih panjang daripada cabang-cabangnya. 
  • Arah tumbuh cabangnya cenderung condong ke atas (Patens). Tanaman kakao umumnya mempunyai tinggi 5-10 meter dan warna batangnya adalah coklat kotor.
  • Tinggi tanaman umur tiga tahun mencapai 1,8-3,0 meter dan pada umur 12 tahun dapat mencapai 4,5-7,0 meter. Tinggi tanaman tersebut beragam, dipengaruhi oleh intensitas naungan serta faktor-faktor tumbuh yang tersedia.
  • Tanaman kakao bersifat dimorfisme, artinya mempunyai dua bentuk tunas vegetatif. Tunas yang arah pertumbuhannya ke atas disebut dengan tunas ortotrop atau tunas air (wiwilan atau chupan), sedangkan tunas yang arah pertumbuhannya ke samping disebut dengan plagiotrop (cabang kipas atau fan).
  • Tanaman kakao asal biji, setelah mencapai tinggi 0,9-1,5 meter akan berhenti tumbuh dan membentuk jorket. Jorket adalah tempat percabangan dari pola percabangan ortotrop ke plagitrop dan khas hanya pada tanaman kakao.
  • Pembentukan jorket didahului dengan berhentinya pertumbuhan tunas ortotrof karena ruas-ruasnya tidak memanjang. 
  • Pada ujung tunas tersebut, stipula (semacam sisik pada kuncup bunga) dan kuncup ketiak daun serta tunas daun tidak berkembang. Dari ujung perhentian tersebut selanjutnya tumbuh 3-6 cabang yang arah pertumbuhannya condong ke samping membentuk sudut 0-60 derajat dengan arah horisontal. Cabang-cabang itu disebut dengan cabang primer (cabang plagiotrof).
  • Pada cabang primer tersebut kemudian tumbuh cabang-cabang lateral (fan) sehingga tanaman membentuk tajuk yang rimbun.
  • Pada tanaman kakao dewasa sepanjang batang pokok tumbuh wiwilan atau tunas air (chupon). Dalam teknik budi daya yang benar, tunas air ini selalu dibuang, tetapi pada tanaman kakao liar, tunas air tersebut akan membentuk bantang dan jorket yang baru sehingga tanaman mempunyai jorket yang bersusun.
  • Dari tunas plagiotrop biasanya hanya tumbuh tunas-tunas plagiotrop, tetapi juga kadang-kadang tumbuh tunas ortotrop. Pangkasan berat pada cabang plagiotrop yang besar ukurannya merangsang tumbuhnya tunas ortotrop itu. Tunas ortotrop hanya membentuk tunas plagiotrop setelah membentuk jorket. Tunas ortotrop membentuk tunas ortotrop baru dengan menumbuhkan tunas air.
  • Saat tumbuhnya jorket tidak berhubungan dengan umur atau tinggi tanaman. Pemakaian pot besar dilaporkan menunda tumbuhnya jorket, sedangkan pemupukan dengan 140 ppm N dalam bentuk nitrat mempercepat tumbuhnya jorket.Tanaman kakao membentuk jorket setelah memiliki ruas batang sebanyak 60-70 buah. Namun batasan tersebut tidak pasti, karena kenyataannya banyak faktor lingkungan yang berpengaruh dan sukar dikendalikan. Contohnya, kakao yang ditanam di dalam polibag dan mendapat intensitas cahaya 80% akan membentuk jorket lebih pendek daripada tanaman yang ditanam di kebun. Selain itu, jarak antar daun sangat dekat dan ukuran daunnya lebih kecil. Terbatasnya medium perakaran merupakan penyebab utama gejala tersebut. Sebaliknya, tanaman kakao yang ditanam di kebun dengan jarak rapat akan membentuk jorket yang tinggi sebagai efek dari etiolasi (pertumbuhan batang memanjang akibat kekurangan sinar matahari).  
Itu sekilas mengenai morfologi tanaman kakao, mudah-mudahan bermanfaat.

15 komentar:

Dena Arta Putra mengatakan...

ow ini yang namanya kakao

M Taufik mengatakan...

baru lihat nich...tanaman kakao terima kasih infonya

Sundul mengatakan...

Ingin komentar yang bagus. tapi gak ngerti mau nulis apa.
Suppor aja Gan .. semoga sukses selalu kakao nya. klo dah jadi coklat bagi bagi ya

Tonny Mondong mengatakan...

asyik blognya sobat, temanya jarang2 nih...
salam kenal ya, ohya makasih sudah berkunjung atau mungkin nyasar di blog saya sobat :)

moenas mengatakan...

baru tahu neh sayah klo ada buah yg namanya kakao apalagi ngelihat buahnya, maklum daerah sayah masih pinggiran T_T

Ayriy Zone mengatakan...

Makasih banyak infonya sob, sangat bermanfaat nih info tentang kakao.

Limousine Hire Melbourne mengatakan...

This is very nice.. Kakao is a fruit produces chocolate.

BlogS of Hariyanto mengatakan...

alhamdulillah bertambah lagi pengetahuan mengenai budidaya tanaman kakao di blog ini..terimakasih kawan sudah berbagi info :)

dhlondhenk mengatakan...

masuk ke blog agan jadi nambah pengetahuan saya dah...terimakasih banyak gan...ditunggu updatenya..salam persahabatan

kucob@berbagi mengatakan...

dulu waktu saya pertama kali makan buah ini,saya menganggap ini namanya buah kopi coklat, ternyata namanya kakao.

Search ilmu mengatakan...

Visit today,,, please visit back

Alprablog™ mengatakan...

thanks nih, bsa di jadikan referensi :D

BlogS of Hariyanto mengatakan...

hadir lagi kawan :)

oleh oleh khas medan mengatakan...

Artikel yang bagus sekali

dhlondhenk mengatakan...

detil banget informasinya,menambah wawasan saya tentang cacao...terimakasih atas sharenya gan

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan dan Komentar Sobat.
Salam Blogger.