Kesesuaian Lahan Budidaya Kakao

Di daerah asalnya, Amerika Selatan, tanaman kakao merupakan tanaman kecil yang tumbuh di bawah naungan hutan hujan tropis sehingga terbiasa hidup dibawah lindungan pohon-pohon besar.

Sebagai negara tropis, Indonesia merupakan tempat yang cukup ideal bagi pertumbuhan tanaman kakao.


Hanya saja, tetap harus memperhatikan kondisi tanah dan iklimnya sehingga lahan yang digunakan untuk areal penanaman benar-benar sesuai dengan lingkungan tumbuhnya. Kesesuaian lahan merupakan ukuran kecocokan suatu lahan untuk digunakan, termasuk untuk budidaya kakao. Secara umum sifat dan karakteristik kesesuaian lahan untuk budidaya kakao sangat dipengaruhi oleh iklim dan tanah.

Iklim.
Iklim merupakan salah satu faktor lingkungan yang cukup berpengaruh terhadap pertumbuhan dan keberhasilan budidaya kakao. Tanaman kakao dapat tumbuh ideal pada garis lintang 10 derajat LS - 10 derajat LU dan pada ketinggian 0 - 600 m di atas permukaan laut.
Untuk pertumbuhan yang optimal tanaman kakao membutuhkan suhu minimum 18-21 derajat Celsius dan maksimum 30-32 derajat Celsius. Perubahan suhu yang terlalu ekstrim bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman kakao. Disamping itu curah hujan dan kelembaban ikut menentukan dalam budidaya kakao. Curah hujan 1.500 - 2.500 mm/tahun, kelembaban yang tinggi dan konstan diatas 80% merupakan lingkungan yang dikehendaki tanaman kakao untuk bisa tumbuh dengan baik.
Sebagai tanaman yang hidup dibawah naungan pohon besar, perlu diperhatikan keberadaan angin di areal budidaya tanaman kakao serta intensitas cahaya matahari. Angin yang bertiup kencang bisa merusak tanaman kakao, hal ini karena tanaman kakao tergolong jenis tanaman yang rentan terhadap dorongan angin kencang.

Tanah.
Tanaman kakao termasuk tanaman yang tidak rewel terhadap jenis tanah tempat tumbuhnya. Namun yang terpenting adalah tanah tersebut memiliki sifat fisik dan kimia tanah yang baik.
Sifat fisik tanah yang baik apabila mampu menahan air dengan baik, dalam hal ini memiliki aerasi dan drainase tanah yang baik. Tanah yang cocok untuk tanaman kakao adalah tanah yang bertekstur geluh lempung (clay loam) yang merupakan perpaduan antara 50% pasir, 10-20% debu dan 30-40% lempung berpasir. Tekstur tanah ini dianggap memiliki kemampuan menahan air yang tinggi dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Sifat kimia tanah membutuhkan tanah yang kaya akan bahan-bahan organik untuk memperbaiki struktur tanah, menahan air dan sebagai sumber hara serta memiliki pH sekitar netral yaitu 6,0 - 7,0. 


Semoga bermanfaat.

1 komentar:

Agung Ngurah Car mengatakan...

Jadi ingat masa kuliah di IPB dulu ... Salam sukses selalu sobat

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan dan Komentar Sobat.
Salam Blogger.